Rabu, 04 Maret 2009

Aktifitas Bank: SISTEM KLIRING NASIONAL

Kliring:
PENGERTIAN

Adalah : pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)
Adalah : sistem Kliring Bank Indonesia yang meliputi Kliring Debet dan Kliring Kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Kliring Debet
Adalah : kegiatan dalam SKNBI untuk transfer debet.

Kliring Kredit
Adalah : kegiatan dalam SKNBI untuk transfer kredit.

Data Keuangan Elektronik (DKE)
Adalah : data transfer dana dalam format elektronik yang digunakan sebagai dasar perhitungan dalam SKNBI

Warkat Debet
Adalah : alat pembayaran bukan tunai yang diperhitungkan atas beban nasabah atau Bank melalui Kliring Debet.

DKE Debet
Adalah : DKE untuk transfer debet yang dibuat atas dasar Warkat Debet, tanpa batas nominal dan dalam mata uang rupiah.

DKE Kredit
Adalah : DKE untuk transfer kredit yang dibuat atas dasar perintah transfer kredit dengan batas nominal kurang dari 100 juta rupiah..

Penyelesaian Akhir (settlement)
Adalah : kegiatan pendebetan dan pengkreditan rekening giro Bank di Bank Indonesia yang dilakukan berdasarkan perhitungan hak dan kewajiban masing-masing Bank yang timbul dalam penyelenggaraan SKNBI.

Dokumen Kliring
Adalah : alat bantu yang berfungsi sebagai dokumen kontrol dalam penyelenggaraan SKNBI.

POKOK-POKOK KEBIJAKAN AKUNTANSI

Penyelenggaraan SKNBI

Dalam penyelenggaraan SKNBI terdiri atas :

Penyelenggaraan Kliring Debet

Penyelenggaraan Kliring Kredit

Peserta Kliring Bank Indonesia

Dalam SKNBI, peserta kliring Bank Indonesia :

a. Setiap Bank dapat menjadi Peserta kliring dan didaftarkan melalui kantor pusatnya.

b. Tidak lagi dibedakan atas peserta kliring langsung dan peserta kliring tidak langsung.

c. Dalam suatu wilayah kliring sekurang-kurangnya memiliki satu Terminal Penyelenggara Kliring (TPK) di wilayah kliring tersebut, baik kliring keluar maupun kliring masuk.

d. Untuk Bank Konvensional yang memiliki UUS, kepesertaannya dipisahkan.

Penyediaan Setoran Awal (Prefund)

Sebelum mengikuti kliring debet dan kliring kredit, Divisi TRS harus menyediakan prefund. Penyediaan Prefund untuk kliring debet dan kliring kredit dilakukan secara terpisah sebagai berikut :

Batas Minimum Nominal Prefund

1. Prefund untuk kliring debet

Minimum nominal prefund kliring debet adalah sebesar total tagihan terbesar Bank dalam periode 12 bulan. Prefund dapat berupa dana (cash prefund) dan atau surat berharga (collateral prefund). Minimum prefund kliring debet masing-masing Bank ditetapkan oleh BI dan berlaku untuk 1 bulan.

2. Prefund untuk kliring kredit

Minimum nominal prefund untuk kliring kredit yang harus disediakan setiap hari oleh Bank adalah sebesar Rp. 1,00 (satu (rupiah).

Batas Waktu Penyediaan Prefund dan Implikasinya.

1. Batas waktu penyediaan prefund untuk kliring debet dan kredit ditetapkan oleh Bank Indonesia.

2. Jika sampai batas waktu yang ditetapkan Bank belum menyediakan prefund, maka bank tersebut tidak dapat mengikuti kliring, baik kliring debet maupun kliring kredit.

C. Tata Cara Penyediaan Prefund

1. Prefund untuk kliring debet dapat berupa dana kas (cash prefund) dan atau surat berharga (collateral prefund).

2. Penyediaan prefund dapat dilakukan melalui sistem BI-RTGS, dengan cara melakukan transfer kredit dari rekening Giro Pada BI ke rekening khusus untuk prefund kliring yang ditetapkan oleh BI atau untuk collateral prefund dilakukan melalui BI-SSSS dengan cara memindahkan sejumlah surat berharga ke rekening agunan FLI (Fasilitas Likuiditas Intra hari)/FLIS.

3. Cash prefund dan collateral prefund yang telah disediakan oleh bank tidak dapat digunakan / dipindahkan sampai BI melakukan settlement kliring.

D. Pengembalian Prefund

Prefund kliring, baik untuk prefund kliring debet maupun prefund kliring kredit akan dikembalikan bersamaan dengan proses settlement kliring.



Institusi Kliring Dalam SKN

Dalam SKN Kliring dibagi kedalam 4 Institusi sebagai berikut :

Institusi Kliring Kredit (Siklus I)

Institusi Kliring Kredit (Siklus II)

Institusi Kliring Penyerahan

Institusi Kliring Pengembalian

Penyelesaian Akhir (Settlement) Kliring

Penyelesaian Akhir Kliring Debet

1. Penyelesaian akhir kliring debet dilakukan berdasarkan BSK (bilyet saldo kliring) debet berupa penjumlahan atau off-setting BSK debet masing-masing bank dari seluruh wilayah kliring.

2. Hasil perhitungan BSK debet nasional dapat berupa net kredit (menang kliring) atau net debet (kalah kliring).

3. Jika bank menang kliring, maka seluruh cash prefund yang telah disediakan akan dikredit kembali ke rekening giro bank.

4. Jika bank kalah kliring, maka sistem otomatis akan melakukan penyelesaian atas kewajiban bank.

B. Penyelesaian Akhir Kliring Kredit

1. Penyelesaian akhir kliring kredit dilakukan berdasarkan prinsip no money no games.

2. Cash prefund dan confirmed incoming adalah sumber dana yang dipergunakan untuk menyelesaikan kewajiban kliring kredit.

Referensi: Materi SKN BNI - 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar